Semua Pengalaman kecemasan terkadang datang melalui stress yang menyebabkan rasa takut tak beralasan. Dalam kasus lain, hal ini diperparah dan dimanifestasikan sebagai penyakit mental Social Anxiety Disorder. Kondisi ini mewujudkan rasa takut dan khawatir tingkat tinggi dan dapat langsung terlihat dengan subyek yang mudah malu ataupun takut pada setiap situasi sosial. Beberapa kasus gangguan kecemasan yang terkait dengan berbicara di depan umum sangatlah normal, namu bagi seorang penderita SAD, hari dimana pidato, ceramah, maupun presentasi harus dilakukan merupakan hal yang sangat diantisipasi, dan direspon sebagai bahaya yang menyebabkan rasa takut berlebihan.
Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Wednesday, 2 January 2013
Monday, 15 October 2012
Erich Fromm (Teori Kepribadian dan Contoh Kasus)
Erich Fromm lahir pada tahun 1900 di Frankfurt, Jerman. Ayahnya adalah seorang pebisnis dan menurut Fromm kecil, beliau seringkali murung dan cemas, ibunya pun mudah mengalami depresi hebat. Dengan kata lain, tampak bahwa Fromm dikelilingi oleh pribadi-pribadi yang tidak sehat dan masa kecilnya kurang bahagia.
Dalam otobiografinya, luar Chains of Illusion, berbicara Fromm tentang dua peristiwa pada masa remaja awal yang mulai dia di sepanjang jalan itu. Yang pertama melibatkan seorang teman keluarga itu:
"Seorang wanita 25 tahun; dia cantik, menarik, dan selain pelukis. Saya pernah mendengar bahwa ia telah bertunangan dan beberapa saat kemudian pertunangan itu batal, saya ingat bahwa dia hampir selalu berada pada perusahaan ayahnya. Menurut saya, Ayahnya adalah seorang tidak menarik, tua, dan saya pikir beliau tidak terlalu luwes dan supel dalam bergaul (mungkin penilaian saya agak bias oleh cemburu). Lalu suatu hari saya mendengar berita mengejutkan: ayahnya telah meninggal, dan segera setelah itu, ia bunuh diri dan meninggalkan sebuah surat wasiat yang menyatakan bahwa ia ingin dikuburkan dengan ayahnya. (hal. 4)"
Seperti yang dapat Anda bayangkan, berita ini membuat Fromm yang waktu itu berusia 12 tahun shock dan bertanya mengapa hal tersebut dapat terjadi? Kemudian, ia mulai menemukan beberapa jawaban - yang parsial, diakui - di Freud.
Peristiwa kedua adalah lebih besar:
Perang Dunia I. Pada usia 14 tahun, ia menyaksikan bahwa sikap nasionalisme yang ekstrim dapat terjadi di sekitarnya. Ia mendengar pesan: Kami (Jerman, atau lebih tepatnya, Christian Jerman) adalah orang-orang hebat, dan mereka (Inggris dan sekutu) adalah tentara bayaran murah. Kebencian, "histeria perang," membuatnya takut dan wajar apabila dialami anak seusianyaJadi sekali lagi ia ingin memahami sesuatu yang irasional - ketidakrasionalan dari perilaku manusia - dan ia menemukan beberapa jawaban yang saat itu tertulis dalam karya Karl Marx.
Fromm menerima gelar PhD dari Heidelberg pada tahun 1922 dan memulai karir sebagai seorang psikoterapis. Dia pindah ke AS pada tahun 1934 - waktu yang populer untuk meninggalkan Jerman! - Dan menetap di New York City, di mana ia bertemu banyak dari para pemikir lainnya yang berkumpul di sana, termasuk Karen Horney.
Menjelang akhir kariernya, ia pindah ke Mexico City untuk mengajar. Dia telah melakukan penelitian yang cukup besar ke dalam hubungan antara kelas ekonomi dan tipe kepribadian sana. Dia meninggal pada tahun 1980 di Swiss.
Teori
Seperti dalam biografinya, teori Fromm adalah campuran yang agak unik antara teori Freud dan Marx. Freud, tentu saja, menekankan pada keadaan bawah sadar, biological drive, represi, dan sebagainya. Dengan kata lain, Freud mendalilkan bahwa karakter kita ditentukan oleh sistem biologis pada tubuh kita. Marx, di sisi lain, melihat orang-orang yang ditentukan oleh lingkungan masyarakat dimana mereka tinggal, terutama oleh sistem ekonomi mereka.
Fromm mengkombinasikan dari dua sesuatu sistem deterministik yang cukup asing: yaitu gagasan kebebasan. Bahkan, Fromm membuat kebebasan karakteristik utama dari sifat manusia!
Ada beberapa teori Fromm yang terbukti. Sebuah contoh yang tepat berasal murni dari determinisme biologis, ala Freud, yaitu Binatang tidak khawatir tentang kebebasan - naluri mereka mengurus semuanya. Woodchucks, misalnya, tidak perlu konseling karir untuk memutuskan apa yang akan mereka menjadi ketika mereka tumbuh dewasa: Mereka akan menjadi woodchucks!
Dari sini kita bisa melihat kehidupan di Abad Pertengahan yang mengerikan dan primitif, atau hidup sebagai binatang. Namun kenyataannya adalah bahwa kurangnya kebebasan yang ditunjukkan oleh determinisme biologis atau sosial sangatlah sederhana. Hidup Anda memiliki struktur, makna, tidak ada alasan untuk pencarian jati diri, Anda dapat menyesuaikan diri dan tidak pernah menderita krisis identitas.
Tema dasar dari semua tulisan Fromm adalah individu yang merasa kesepian dan terisolir karena dipisahkan dari alam dan lingkungan sekitarnya. keadaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang, ini adalah situasi khas manusia. Dalam bukunya Escape from Freedom (1941), ia mengembangkan tesis bahwa manusia menjadi semakin bebas dari abad ke abad, maka juga makin merasa kesepian (being lonely). Jadi, kebebasan menjadi keadaan yang negatif dimana manusia melarikan diri. dan jawaban dari kebebasan yang pertama adalah semangat cinta dan kerjasama yang menghasilkan manusia yang menghasilkan masyarakat yang lebih baik, yang kedua adalah manusia merasa aman dengan tunduk pada penguasa yang kemudian dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat.
Baca teori selengkapnya disini.
Contoh kasus yang berhubungan dengan Teori Fromm, klik!.
Tuesday, 18 September 2012
MOTIV Personality Test (Tes Kepribadian MOTIV)
Check tipe kepribadian anda sesuai dengan teori kepribadian MOTIV disini.
Teori kepribadian MOTIV (Big 5, Jung, Freud, Golden Rule) menyatakan bahwa seluruh spektrum kepribadian diwakili oleh lima aspek yang independen, berubah-ubah (alterable) dan dapat dibuktikan secara empiris.
Saat ini model kepribadian empiris yang paling terbukti adalah Big 5. ini adalah model kepribadian lesikal yang didasarkan pada premis bahwa bahasa adalah representasi
Label:
Alat Tes,
Depresi,
Emosional,
Kepribadian,
Psikologi
Monday, 17 September 2012
Apa untungnya menjadi seorang introvert ??
Sebelum membaca lebih lanjut, cek dulu tipe kepribadianmu pada aplikasi Jung Personality Test :)
mereka menyendiri ketika yang lain sedang asyik bergaul, mereka hanya diam ketika yang lain sibuk berinteraksi, mereka terlihat serius di tengah keadaan yang tenang, mereka acuh saat sedang terjadi ketegangan. Mereka berbeda, tak seperti kebanyakan orang. Namun mereka bukan sedang malu atau tidak peduli terhadap lingkungan, tapi mereka justru sedang memperhatikan. Mereka senang menganalisa keadaan, mereka adalah sosok introvert...
Orang
yang introvert yaitu orang yang mengambil atau menyerap energi dari dalam
dirinya sendiri, sehingga keluarannya adalah pendiam, suka kelihatan murung,
tidak mudah bergaul dan biasanya bicaranya juga sangat sedikit sehingga tidak
terlalu terbuka dengan orang lain. Itu disebabkan dia menyerap energi dalam
dirinya. Jadi kalau ada masalah, biasanya orang ini akan lebih suka menyendiri,
mengurung diri di kamar, tidak suka diganggu, atau bermeditasi.
Ketika
mencoba googling, saya menemukan banyak sumber yang mengutip bahwa orang
introvert menyentuh variasi rasio 25-40% dari populasi dunia. Itu artinya ada
jauh lebih banyak orang yang berkepribadian ekstrovert. Sanford Cohn, seorang
profesor di Arizona State University, juga menyimpulkan bahwa dunia ini lebih
bersifat ekstrovert, dinilai dari begitu banyaknya pesan yang mendorong
seseorang untuk memiliki keluwesan sosial agar dapat diterima oleh masyarakat.
Generalisasi dan stereotip diciptakan oleh manusia
untuk mempermudah pemahaman akan sesuatu, namun sayangnya hal tersebut justru
malah lebih sering memberikan efek buruk, seperti halnya
Sunday, 16 September 2012
Mitos #30 - Lebih Baik Mengekspresikan Rasa Marah pada Orang Lain daripada Memendamnya
Terkadang tak mudah bagi seseorang untuk menahan emosi. Akibatnya, marah-marah menjadi sebuah fenomena yang dianggap biasa untuk melampiaskan endapan emosi. Padahal sering marah bikin rentan sakit.
Patrick Henry Sherrill mendapatkan pengakuan yang meragukan
Cara Mengatasi Anak yang Keras Kepala dan Suka Membangkang
Ada masa dimana anak sangat suka melawan dan keras kepala. ini adalah fase yang sangat alami pada masa pertumbuhan kejiwaan anak, karena pada saat inilah anak menyadari bahwa dia adalah pribadi yang independen dari orang-orang dewasa terutama orang tuanya.
Yang membuat dia semakin keras kepala adalahFriday, 14 September 2012
Anne Anastasi
Biografi Anne Anastasi disini atau disini
Definisi Tes Psikologi menurut Anne Anastasi:
Definisi Tes Psikologi menurut Anne Anastasi:
- Anne Anastasi (Psychological Testing, 1982) menyebutkan bahwa tes psikologi merupakan alat ukur yang terstandar dan obyektif tentang sampel perilaku individu. Karena mengukur sampel perilaku, ia - melalui aitem-aitemnya - haruslah mencerminkan perilaku yang hendak diukur. Hal ini berarti alat tes haruslah berisi hal-hal penting yang hendak diukur agar representatif. (selengkapnya baca disini)
- Anne Anastasi (1990), A Psychological test essentially an objective and standardized measure of a sample of behaviour. (selengkapnya baca disini)
The Psychology of Color: Psikologi warna
Apakah warna favorite anda? Setiap warna
memiliki arti dan makna. Warna memiliki arti yang berbeda-beda. Beberapa ahli
fisiologi dan psikologi menjelaskan ada empat warna primer, yaitu: merah, hijau, kuning dan biru. Walaupun tidak diketahui
secara pasti mengapa orang-orang menyukai warna dan kombinasi warna tertentu.
Tetapi yang pasti, setiap warna mempunyai karektor atau sifat yang
berbeda-beda. Bahkan sejak dahulu,
Wednesday, 12 September 2012
Memahami Depresi
Pada zaman modern ini,
banyak manusia yang mengalami stres, kecemasan, dan kegelisahan. Sayangnya, masih raja ada orang yang
berpikir bahwa stres dan depresi bukan benar-benar
penyakit. Dibandingkan AIDS yang menjadi momok saat ini, stres dan depresi jauh lebih bertanggung jawab terhadap banyak
kematian. Karena kedua hal tersebut merupakan sumber dan berbagai
penyakit.
Stres dan depresi yang
dibiarkan berlarut-larut, membebani pikiran clan dapat mengganggu sistem
kekebalan tubuh. Apabila kita berada dalam emosi yang negatif,
Monday, 10 September 2012
Stanford - Binet Test
Latar Belakang Sejarah
Binet dilahirkan di Nice Francis pada tahun 1857. Ayahnya adalah seorang dokter, dan ibunya adalah seorang pelukis. Kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih muda, dan Binet pindah ke Paris dengan ibunya. Dia masuk sekolah hukum, dia mendapatkan gelarnya tahun 1878. Dia telah merencanakan melanjutkan sekolahnya ke kedokteran, tapi dia memutuskan untuk di Psikologi yang ia anggap lebih penting. Binet banyak mendapatkan pengetahuan psikolgi dari membaca buku-buku karya Charles Darwin, Alexander Bain, dan lain-lain.
Dalam sebuah konfrensi di Roma, April 1905, dr Henri Beaunis membaca tulisan yang dipaparkan oleh Alfred binet dan Theodore Simon tentang perkembangan kemampuan objektif untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang mengalami retardasi mental. Bentuk asli tes ini telah di revisi, dan versi barunya dibuat tahun 1908 dan 1911 , yang diberi nama Chelle matrique de I’nteligence atau skala pengukur Intelegensi.
Alfred Binet dikenal sebagai seorang psikolog dan juga pengacara (ahli hukum). Sebagai anggota komisi investigasi masalah-masalah pendidikan di Perancis, Alfred Binet mengembangkan sebuah test untuk mengukur usia mental (the mental age atau MA) anak-anak yang akan masuk sekolah. Usia mental tersebut merujuk pada kemampuan mental anak pada saat ditest dibandingkan pada anak-anak lain di usia yang berbeda. (http://www.e-psikologi.com/lain-lain/tokoh.htm)
Pada tahun 1881, pemerintah Perancis mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan semua anak masuk sekolah. Sebelum nya, anak yang lambat belajar biasanya tetap berada di rumah; sekarang guru harus mengahadapi berbagai perbedaan individual. Pemerintah meminta Binet untuk membuat sebuah tes yang dapat mendeteksi anak mana yang terlalu lambat secara intelektualnya, dan anak mana yang akan mendapat manfaat dari kurikulum seperti biasa. (Atkinson: tanpa tahun)
Dalam membentuk teorinya ia dibantu teman sejawatnya, Theodore Simon, sehingga tesnya terkenal dengan nama Test Binet-Simon. (Alex Sobur:2003). Alfred Binet dan Theodor Simon, mulai merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (kemampuan di bawah rata-rata).
Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika membuat banyak perbaikan dari tes Binet-Simon dengan karangannya The Measurement of Intelligence: An Explanation of and a Complete Guide for the Use of the Stanford Revision and Extension of the Binet-Simon Intelligence Scale. (Becker 2003). Ia mengembangkan tes Binet untuk diadaptasi pada anak sekolah Amerika. Ia membakukan pemberian tes dan mengembangkan norma tingkat usia dengan memberikan tes kepada ribuan anak. Ia menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara usia mental (mental age) dengan usia kronologis (chronological age). Hasil perbaikan ini disebut tes Stanford-Binet.
Setelah 2 dekade mempublikasikan Stanford-Binet, Terman meneruskan risetnya dan mengembangkannya. Ia bekerja dengan Maud Merril, murid pertamanya yang belakangan jadi professor di Stanford University. Terman membuat 2 bentuk parallel dari tes Stanford Binet, yang bentuknya terdiri dari bentuk revisi originalnya Stanford dan di tambah dengan item baru. Terman dan Merrill menulis "provided two scales instead of one, have extended them so as to afford a more adequate sampling of abilities at the upper and lower levels, have defined still more meticulously the procedures for administration and scoring, and have based the standardization upon larger and more representative populations" (Pemberian 2 skala lebih baik dari pada satu karena dengan hal itu skala tersebut mampu memberikan berbagai macam contoh kemampuan, dari level yang lebih tinggi sampai yang lebih rendah, kemudian memberikan definisi yang lebih teliti tentang bagaimana cara dalam pengolahan, dan scoring, dan memilki standarisasi yang lebih luas dan lebih refresentatif (mewakili) populasi). Hasilnya telah dipublikasikan dengan bentuk form L (for Lewis) dan form M (for Merril) of Stanford-Binet. (Becker 2003)
Pada tahun 1950, Merrill merevisi tes Stanford Binet, dengan menyeleksi bentuk item terbaik dari bentuk L dan M untuk dimasukan dalam versi tes terbaru the form L-M. Kedua kombinasi bentuk itu telah dipublikasikan pada tahun 1960, dan belakangan di tahun 1973 telah di norma ulang (renormed). Bentuk ini telah ditambah pilihan pengganti pada semua level, tapi sebaliknya, bentuk formatnya telah menyisakan kesamaan dengan bentuk 1937.
Tes Stanford Binet ini mengalami beberapa revisi tahun 1937, 1960/1972, 1986, dan terbaru 2003.
Metode Binet: skala Mental-Usia
Binet berpendapat bahwa anak yang lambat atau bodoh sama seperti anak normal yang mengalami keterbelakangan dalam perkembangan mentalnya. Pada pemeriksaan, anak lambat akan bertindak seperti anak normal dengan usia yang lebih muda, sedangkan kemampuan mental anak cerdas adalah karakteristik untuk yang lebih tua.
Sistem penilaian untuk menghitung rasio usia mental (MA) telah di tetapkan, sehingga MA rata-rata untuk sekelompok besar anak-anak usia kronologis (CA) tertentu, dalam faktanya, sama dengan CA. sebagai contoh, rata-rata MA untuk sampai anak 10 tahun sama dengan CA 10 tahun; tetapi, untuk anak 10 tahun tertentu, MA nya dapat di bawah, sama, atau di atas CA 10 tahun. Jad MA anak cerdas di atas CA nya; MA anak bodoh di bawah CA nya. Jelas skala usia-mental ini mudah diinterpretasikan oleh guru dan orang lain yang menghadapi anak-anak dengan kemampuan mental yang berbeda-beda.
Tiap butir tes disesuaikan dengan usia pada tingkat dimana sebagian anak menempuhnya. Usia mental anak didapatkan dengan menjumlahkan banyaknya butir soal yang dijawab secara tepat pada tingkat usia. Selain itu, terman menerapkan indeks intelegensia yang disarankan oleh ahli psikologi Jerman, Wiliam Stern. Indeks ini adalah Inteligence Quotient, yang umum dikenal sebagai IQ. Indeks ini mengekspresikan Intelegensia sebagai rasio usia mental (MA )terhadapa usia kronologis (CA).
IQ= MA/CAx100
100 digunakan sebagai pengali, sehingga IQ memilki nilai 100 jika MA sama dengan CA. Jika MA lebih rendah dari CA, maka IQ lebih kecil dari 100; dan sebaliknya jika MA lebih tinggi dari CA, maka IQ lebih tinggi dari 100.
Bagaimana Ia merancang tes tersebut?
Ia memperhatikan anak-anak memecahkan berbagai persoalan yang berbeda, dan membentuk serangkaian pertanyaan atau item yang tipikal dari prestasi anak-anak yang usianya berbeda-beda, dan membedakan pula anak-anak cemerlang dan bodoh.
Berikut merupakan contoh item skala asli yang diterbitkan tahun 1908, yang menunujukan jenis-jenis kemampuan yang dianggap rata-rata bagi anak-anak umur tiga dan tujuh tahun (Mahmud, dalam alex sobur:2003). Conto kemampuan anak :
Umur 3 tahun :
- Kemampuan menunjuk hidung, mata dan mulut
- Mengulang-ulang dua angka
- Kemampuan menyebut nama akhir
- Memberi nama-nama objek pada sebuah gambar
- Mengulang-ulang kalimat yang terdiri atas enam suku kata
Umur 8 tahun :
- Kemampuan memeberi nama pada sesuatu yng hilang dalam gambar-gambar yang sudah dikenal tapi belum selesai
- Mengetahui jumlah jari tangan kanan dan kiri tanpa menghitungnya
- Kemampuan mencontoh jajaran genjang
- Mengulang lima angka
- Menghitung tiga belas sen
- Mengetahui nama empat macam uang logam
Binet seperti tampak pada contoh diatas, mengeluarkan skala soal tes dengan kesulitan yang meningkat, yang mengukur jenis-jenis perubahan intelegensia, yang biasanya berkaitan dengan peningkatan usia. Semakin tinggi anak di dalam skala itu dengan menjawab soal secara tepat, semakin tinggi usia mental anak itu.
Stanford-binet menggunakan campuran dari berbagai jenis soal untuk menguji intelegensi. Sampai revisi tahun 1986, semua soal berperan sama besar terhadap besar IQ total. Seorang anak mungkin mengerjakan secara sangat baik tes perbendaharaan kata (vocabulary test), namun tidak baik pada tes yang memerlukan penggambaran benuk-bentuk geometrik. Kelebihan dan kelemahan itu mungkin diketaui oleh pemeriksa, tetapi tidak tercermin dalam nilai IQ.
Kemudian sejalan dengan pandangan sekarang menganai intelegensi sebagai komposit dari kemampuan yang berbeda, revisi 1986 mengelompokan tesnya menjadi empat bidang luas kemampuan intelektual, yakni : penelaran verbal, penalaran abstarak/visual, penalaran kuantitatif, dan memori jangka pendek. Nilai yang berbeda didapatkan untuk setiap bidang.
Berikut adalah contoh tipikal soal dari Stanford-binet intelligence scale, revisi 1986, untuk anak usia 6 sampai 8 tahun yang di kelompokan menurut bidangnya, bagaiman dikutip rita l. Atkinson dan kawan-kawan, dalam buku mereka, introduction to psychology:
Penalaran verbal
- Perbendaharaan kata (vocabulary):
Mengidentifikasi kata, seperti "uang" dan "amplop" - Pemahaman (Comprehension)
Menjawab pertanyaan, seperti "kemana orang membeli makanan?" dan "mengapa orang menyisir rambutnya?" - Keganjilan (absurdities):
Mengenali bagian "lucu" dari sebuah gambar, seperti; anak perempuan mengendarai sepeda di atas danau" atau "pria botak menyisir rambutnya". - Hubungan verbal (verbal relation):
Mengatakan bagaiman tiga kata pertama di dalam urutan adalah mirip satu sama lain, dan bagaimana mereka berbeda dari kata keempat; syal, dasi, selendang, baju.
Penalaran Kuantitatif
- Kuantitatif
Melakukan hitungan aritmatika sederhana, seperti memilih mata dadu dengan enam bintik, karena jumlah bintik sama dengan kombinasi mata dadu dua bintik dan empat bintik. - Urutan angka
Mengisi dua angka selanjutnya dalam urutan, seperi 20 16 12 8…. - Membentuk persamaan (equation building)Bentuklah suatu persamaan dari susunan berikut:
3 5 + = jawaban yang benar adalah 2+3=5
Penalaran Abstrak/visual
- Analisi polaMencontoh bangun sederhana dengan balok.
- Mencontoh gambarMencontoh gambar geometris yang ditunjukan oleh penguji, seperti persegi yang di potong oleh dua diagonal.
Memori jangka pendek
- Mengingat bentukTunjukan gambar beberapa bentuk manic-manik yang berbeda yang disusun di sebuah kayu. Buatlah urutan yang sama dengan berdasarkan ingatan saja.
- Mengingat kalimatUlangi kalimat yang di ucapkan oleh penguji, seperti "sekarang waktunya tidur" dan "ken membuat gambar untuk hadiah ulang tahun ibunya".
- Mengingat angkaUlangi urutan angka yang di ucapkan oleh penguji, seperti; 5 – 7 – 8 – 3, maju atau mundur.
- Mengingat benda
Tunjukkan gambar suatu benda, seperi jam dan dajah, satu persatu. Kenali benda tersebut dalam urutan penampilannya yang tepat dan gambar yang juga mencakup benda lain; sebagai contohnya; bis, badut, gajah, telur, jam.
Interpretasi IQ
Bagaimana IQ diinterpretasikan? Distribusi IQ kira-kira membentuk kurva yang ditemukan pada banyak perbedaan individual, seperti perbedaan tingi badan, berbentuk lonceng; kurva berbentuk lonceng ini dinamakan dengan kurva disribusi normal.
Deskripsi Verbal
0-19 = Idiot
20-49 =Embicile
50-69 = Moron
70-79 = Inferior
80-89 = Bodoh
90-109 = Normal
110-119 = pandai
120-129 = Superior
130-139 = Sangat Superior
140-179 = Gifted
180 ke atas = Genius
0-19 = Idiot
20-49 =Embicile
50-69 = Moron
70-79 = Inferior
80-89 = Bodoh
90-109 = Normal
110-119 = pandai
120-129 = Superior
130-139 = Sangat Superior
140-179 = Gifted
180 ke atas = Genius
Ciri-ciri tiap Intelegensi hasil pengukuran
Cacat Mental (Mentally Deficient/Feeble Minded)
Mereka yang IQ-nya dibawah 70 disebut cacat mental atau lemah pikiran (feeble minded). Mereka ini menderita amentia atau kurang pikiran. Yang termasuk dalam kategori cacat mental atau lemah pikiran adalah tingkat-tingkat : idiot, embisil, dan moron (debil).
Ciri-ciri umum dari orang yang cacat mental adalah :
1. Tidak dapat mengurus dan memenuhi kebutuhannya sendiri;
2. kelambatan mental sejak lahir;
3. kelambatan dalam kematangan;
4. pada dasarnya tidak dapat diobati.
Idiot (IQ 0-19)
Idiot (idiocy) adalah suatu istilah yuridis dan paedagogis, yang diperuntukkan bagi mereka yang lemah pikiran tingkat paling rendah.
Menurut para ahli, kira-kira sekali pada dua ribu kelahiran, terjadi idiocy. Semua bentuk idiocy perlu dilembagakan , dirawat oleh para dokter dan pekerja-pekerja sosial, sebab, apabila dipelihara dirumah ia merupakan beban yang tidak ringan, baik bagi orang tuanya maupun bagi para anggota keluarga yang lain. Ciri-ciri idiocy antara lain:
- Fisiknya lemah tidak tahan terhadap penyakit, dan tidak mengenal bahaya; karena itu orang-orang seperti ini umurnya tidak panjang.
- Beberapa idiot dapat belajar berjalan tetapi pada umumnya mereka tidak mampu dan harus tetap tinggal berbaring selama hidupnya.
- Tidak mengenal rasa senang dan sakit.
- Tidak bisa berbicara dan hanya mengenal beberapa kata saja.
- Ada yang garang dan bersifat destruktif, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap sekelilingnya.
c. Embicile (IQ 20-49)
seperi halnya idiot, merka yang embicile juga perlu ditempatkan dalam lembaga. Sebab, di lembaga inilah mereka akan belajar berbicara, makan sendiri, Dn berpakaian sendiri, menyapu memelihara kebun serta keterampilan sederhana lainnya. Sebagian terbesar dari mereka ditempatkan di lembaga lewat pengadilan. Itulah sebabnya para psikolog berpendapat bahwa anak-anak semacam itu sebaiknya tidak ditempatkan di sekolah-sekolah, tetapi di lembaga-lembaga, sebelum potensi kejahatannya berkembang. Ciri-ciri embicile antara lain:
- Tidak dapat di didik di sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak normal.
- Walaupun dapat mengurus dirinya sendiri mereka masih memerlukan pengawasan yang teliti dan memerlukan kesabaran.
- Pada waktu bayi, mereka sangat tidak responsif dan apatis sekali.
- Mereka umumnya baru bisa berjalan pada usia tiga atau empat tahun, dan pada umur lima tahun mereka berbicara.
- Kebiasaan makan dan keberhasilannya terbelakang tiga sampai empat tahun.
- Mereka dapat diajari mengenal bahaya, seperti bahaya api, bahaya tenggelan di air yang dalam dan sebagainya.
d. Moron (IQ 50-69)
Moron merupakan problem terbesar masyarakat. Pada masa dewasa, moron dianggap memiliki kecerdasan yang sederajat dengan kecerdasan anak-anak yang berusia 7-10 tahun. Tingkat intelegensinya bergerak antara 50-70. Ciri-cirinya:
- Di sekolah, mereka jarang bisa mencapai lebih dari kelas lima.
- Sampai pada tingkat tertentu, mereka dapat belajar membaca menulis, dan berhitung dalam perhitungan-perhitungan yang sederhana
- Mereka dpat mempelajari pekerjaan rutin dan bisa terus menerus melakukan pekerjaan itu selama tidak mengalami perubahan yang berarti.
- Angka pelanggaran hukum adalah tertinggi diantara gadis-gadis yang moron : para pencuri dan pelacur sering berasal dari golongan moron ini.
- Mereka juga memiliki dorongan, keinginan dan emosi yang normal , tetapi tidak mempunyai kecerdasan untuk mengontrol atau meramalkan akibat perbuatannya.
e. Inferior ( IQ 70-79)
Ini merupakan kelompok tersendiri dari individu terbelakang. Kecakapan pada umumnya hampir sama dengan kelompok embicile, namun kelompok ini mempunyai kecakapan tertentu yang melabihi kecerdasannya ; misalnya dalam bidang musik.
Mereka yang termasuk kelompok inferior memiliki tingkat kecerdasan di bawah kelompok normal dan bodoh serta di atas kelompok terbelakang. Kelompok ini bisa memelihara dirinya sendiri dan dengan susah payah mereka dapat mengerjakan sejumlah kecil pekerjaan atau pelajaran sekolah lanjutan pertama, tetapi jarang atau sukar untuk menyelesaikan kelas terakhir SLTP.
f. Bodoh (IQ 80-89)
Pada umumnya kelompok mini ini agak lambat dalam mencerna pelajaran di sekolah. Meskipun demikian mereka dapat menyelesaikan pendidikannya pada tingkat SLTP,namun agak sulit untuk menyelesaikan pendidikan SLTA.
g. Normal/Rata-rata (IQ 90-109)
Kelompok ini merupakan kelompok yang terbesar persentasenya diantara populasi. Mereka mempunyai IQ yang sedang, normal, atau rata-rata.
h. Pandai (IQ 110-119)
Kelompok ini pada umumnya mampu menyelesaikan pendidikan tingkat unuversitas atau perguruan tinggi. Jika bersatu dengan kelompok normal, mereka biasanya merupakan "repid learner" atau "giveted", yaitu pemimpin dalm kelasnya.
i.superior (IQ 120-129)
Ciri-ciri kelompok superior ini, antara lain: lebih cakap dalam membaca, berhitung; pembendaharaan bahasanya luas, cepat memahami pengertian yang abstrak, dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibanding dengan orang – orang yang termasuk kelompok pandai. Demikian pula dengan kesehatannya dan ketahanannya lebih baik dari pada orang-orang normal.
j. sangat superior (IQ 130-139)
kelompok ini termasuk kelompok superior yang berbeda pada tinggkat tertinggi dalam kelompok tersebut. Umumnya, tidak ada perbedaan yang mencolok dengan kelompok superior.
k. gifted (IQ 140-179)
yang termasuk dalm golongan ini adalah mereka yang tidak genius, tetapi menonjol dan terkenal. Bakatnya sudak nampak sejak kecil dan prestasinya, biasanya, melebihi teman sekelasnya. Jika dibandingkan dengan orang normal,adjustment-nya terhadap berbagai problem hidup lebih baik. Sekitar 80 persen diantara mereka dapat menyelesaikan study di perguruan tinggi dengan prestasi yang memuaskan. Jabatan yang di pegangnya pun banyak, dan jarang sakit atau meninggal pada usia muda.
l. Genius (IQ 180 keatas)
pada kelompok ini bakat dan keistimewaanya telah tampak sejak kecil. Misalnya usia 2 tahun mulai belajar membaca, dan pada umur 4 tahun belajar bahasa asing. Kelompok ini mempunyai kecerdasan yang sangat luar biasa. Walaupun tidak sekolah, mereka mampu menemukan dan memecahkan suatu masalah. Jumlahnya sangat sedikit, namun terdapat pada pada semua ras bangsa dan bangsa,semua jenis kelamin , serta dalam semua tingkatan ekonomi. Contoh orang –orang jenius, antara lain: Jhon mill (IQ 200), Francis Galton (IQ 200), dan Goethe (IQ 185). Para psikolog klinis umumnya berpendapat bahwa mereka akan mengalami problem-problem khusus dalam perkambangan sosial dan emosinya.
DAFTAR PUSTAKA
Becker, K. A. 2003. History of the Stanford-Binet intelligence scales: Content and sychometrics.
(Stanford-Binet Intelligence Scales, Fifth Edition Assessment Service Bulletin No. 1). Itasca, IL:Riverside Publishing.
Atkinson, Rita L.,et al., Pengantar Psikologi, jilid 2, Edisi Kesebelas, penerjemah Widjaja Kusuma, Batam: Interaksara
Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia
Orang Tua yang Baik itu......
Apakah Anda orang yang malas senyum? Kalau jawabannya: ya, lalu perhatikan anak -anak Anda. Soalnya sebuah riset mengatakan, anak-anak khususnya yang masih sangat muda, bercermin pada ekspresi wajah Anda. Jadi semakin banyak Anda tersenyum, lebih mudah pula anak Anda tersenyum serta mendapat perasaan yang lebih menggembirakan.
Dari hal keseharian yang kelihatannya tak susah dilakukan, majalah Parents, edisi Agustus (1999) menulis, semua orang bisa menjadi orangtua lebih baik. Ada sejumlah hal yang terlupakan, padahal kalau dilakukan, amat baik bagi perkembangan anak dimasa mendatang.
Salah satu contoh dari sekian banyak hal yang dikemukakan, ya mengenai senyum tadi. Banyaknya pekerjaan yang mesti dilakukan orangtua pada umumnya-mulai dari urusan rumah sampai kantor, juga urusan sosial-membuat orang kadang-kadang hidup dalam ketegangan. Malah banyak orang merasa sering kehabisan waktu.
Coba sesekali tanyakan pada diri sendiri: sudahkah saya senyum atau tertawa hari ini? Apakah saya tertawa pada lelucon yang disampaikan anak?
Jangan-jangan sepanjang hari Anda cuma sibuk memikirkan macam-macam hal, sehingga lupa merespons cerita anak secara menyenangkan. Padahal, senyum sederhana sekalipun, bisa melepaskan ketegangan dan segera meningkatkan kegembiraan Anda. Kendati Anda tidak ingin tersenyum, para ilmuwan menganjurkan, jangan segan-segan memaksa bibir Anda untuk senyum, karena hal ini akan meningkatkan semangat Anda.
Mempunyai anak kecil kadang memang membuat Anda jadi tak sabar, terutama kalau mereka membandel, “melanggar” aturan yang Anda berikan. Umpama saja, sudah dipesan berulang kali, masih saja si kecil makan kue menjelang waktu makan. Akibatnya ketika harus makan dia malah ngambek dan uring-uringan.
Kalau dalam situasi seperti itu, Anda balik marah, akibatnya akan menjadi lebih negatif. Si anak akan bertambah kerewelannya, membuat Anda dua kali kesal.
Untuk mengurangi emosi, pindah ke ruang lain. Jika kebetulan “keributan” itu terjadi di tempat umum, di pasar swalayan, misalnya, berpalinglah ke lain gang supaya Anda bisa berjarak untuk sementara. Seorang ibu punya cara menarik untuk mengatasi kekesalannya. Kebetulan kejadiannya di rumah, sehingga dia bisa pergi ke lemari es, mencuci muka dengan es-es itu. “Es yang dingin itu ternyata mendingink an hati saya juga. Dan itu mengingatkan saya agar tidak bertengkar (dengan anak saya),” katanya.
Malas-malasan bersama
Sudah lazim seluruh anggota keluarga kumpul semua di rumah. Paling tidak pada hari libur akhir pekan, anak tidak ke sekolah, orangtua tidak harus pergi ke tempat kerja. Namun banyak keluarga yang asyik pada pekerjaan atau kesukaan masing-masing. Si ibu mungkin melampiaskan waktu luangnya membaca majalah atau buku, suaminya utak-atik kendaraan, sedang anak mendapat kelonggaran main game atau nonton film sepuasnya di hari libur. Pendeknya mereka semua berada dalam satu atap, tetapi sebenarnya masing-masing ada di tempat lain.
Waktu kebersamaan yang tak terstruktur mungkin merupakan hadiah berharga yang bisa Anda berikan buat buah hati Anda. Tak ada salahnya sekali atau dua kali dalam seminggu Anda mencari waktu luang satu atau dua jam bersama seluruh anggota keluarga. Abaikan sejenak aktivitas lain. Kalau perlu tunda waktu mandi atau bersih -bersih badan. Ajak anak-anakngumpul ke tempat tidur Anda, santai atau b ermalas-malasanlah bersama. Tentu tidak dalam arti untuk tidur lagi setelah bang un pagi karena hal itu bukan tujuannya, tetapi kebersamaan seperti inilah yang diharapkan bisa membangun keakraban secara lebih efektif. Malas-malasan bareng ini tak mesti dilakukan di kamar atau di tempat tidur, tetapi juga bisa dilakukan di ruang keluarga.
Jika anak Anda masih balita, kesempatan ini sekaligus juga bisa digunakan untuk “melihat dunia melalui mata mereka”. Biarkan si kecil bercerita apa saja menurut versi anak-anak. Ini akan memperkukuh perasaannya bahwa perasaan dan pikiran mereka dihargai.
Satu hal yang perlu dijaga, tahan untuk tidak menggurui, memperbaiki atau memotong-motong cerita mereka. Dengarkan saja, mungkin di luar dugaan dari cerita mereka Anda bisa mengetahui perasaan-perasaan yang ada dalam diri mereka, juga panda ngan mereka tentang hal tertentu. Tidak setiap kali Anda bisa mengungkap itu, cuma sekali waktu, pasti Anda mendapatkannya tanpa terduga.
Sentuhan
Banyak orang dewasa yang menganggap sepele komunikasi lewat sentuhan fisik. Malah orang lupa bagaimana kuatnya gerakan-gerakan fisik sederhana dalam mengeks presikan perasaan cinta.
Ciuman atau belaian singkat sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak sebelu m mereka berangkat ke sekolah, karena memberikan rasa aman. Sesekali Anda perlu mengingat: “Eh apa saya sudah mengekspresikan rasa sayang saya hari ini dengan sentuhan?”
Meski demikian, Anda perlu sensitif untuk melakukannya. Salah-salah anak Anda merasa malu atau tak nyaman dengan cara Anda mengekspresikan cinta. Maka sebaiknya Anda mengetahui persis bagaimana bentuk sentuhan yang paling efektif buat anak Anda.
Jangan sepelekan manfaat mendongeng buat anak-anak. Sesibuk apa pun orangtua, tugas ini hendaknya tidak diabaikan. Tak punya waktu, tidak boleh jadi alasan untuk tidak mendongeng untuk anak. Apalagi dongeng bisa dilakukan sambil tidur-tidur an. Toh waktu yang diperlukan cuma sebentar saja. Kalau tak bisa setengah jam, seperempat jam pun tak jadi soal.
Mengapa Anda perlu “memberi makan” anak-anak dengan dongeng, karena cerita secara tak langsung mengajarkan kehidupan. Bahkan sebuah penelitian menemukan, irama, ritme, dan tekanan suara-yang kebalikan dari jenis suara bicara-memberi ketenangan pada anak serta membantu membebaskan dari rasa takut. (Parents/ret)
Sumber : Harian Kompas (8/8/1999)
Sumber: Beberapa Cara Menjadi Orang Tua Yang Baik | Keluarga http://keluargacemara.com/keluarga/beberapa-cara-menjadi-orang-tua-yang-baik.html#ixzz267RXSLGF
Tes Intelegensi
SEJARAH TES INTELIGENSI
Pada awalnya telah dipraktekan oleh negara cina sejak
sebelum dinasti Han, yang dilakukan oleh jenderal cina, untuk menguji rakyat
sipil yang ingin menjadi legislatif berdasarkan pengetahuan menulis klasik,
persoalan administratif dan manajerial.
Kemudian dilanjutkan sampai pada masa dinasti Han (200 SM-
200 M), namun seleksi ini tidak lagi untuk legislatif saja, tetapi mulai
merambah pada bidang militer, perpajakan, pertanian, dan geografi. Meskipun
diawali dengan sedikit mencontoh pada seleksi militer perancis dan Inggris.
Sistem ujian telah disusun dan berisi aktivitas yang berbeda, seperti tinggal
dalam sehari semalam dalam kabin untuk menulis artikel atau puisi, hanya 1 %
sampai dengan 7 % yang diijinkan ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang
berakhir dalam tiga hari tiga malam. Menurut Gregory (1992), seleksi ini keras
namun dapat memilih orang yang mewakili karakter orang Cina yang kompleks.
Tugas-tugas militer yang berat cukup dapat dilakukan dengan baik oleh para pegawai
yang diterima dalam seleksi fisik dan psikologi yang intensif
Tokoh-tokoh yang berperan antara lain adalah Wundt. Beliau
merupakan psikolog pertama yang menggunakan laboratorium dengan penelitiannya
mengukur kecepatan berpikir. Wundt mengembangkan sebuah alat untuk menilai
perbedaan dalam kecepatan berpikir. Sedangkan Cattel (1890) menemukan tes
mental pertama kali. Yang memfokuskan pada tidak dapatnya membedakan antara
energi mental dan energi jasmani. Meskipun Pada dasarnya tes mental temuan
Cattel ini hampir sama dengan temuan Galton.
Tokoh yang tak kalah pentingnya adalah Alfred Binet.
Selain kontribusi nyata
Label:
Alat Tes,
intelegensi,
Kecerdasan,
Profil,
Psikologi
Sepuluh Perangkat Penting dalam Pengasuhan yang Positif
MENENTUKAN BATASAN.
Perlu diyakini bahwa setiap anak itu memerlukan batasan. Anak benar-benar membutuhkan aturan yang lentur dan ia akan mengalami kebingungan tanpa peraturan. Dengan membuat batasan berarti kita telah menyediakan lingkungan fisik yang memberikannya rasa aman dan dapat dijadikan tempat belajar. Setiap usia akan mempunyai batasan tersendiri, dengan demikian kita sebagai orangtua juga harus siap untuk memperluas batasan kita sesuai dengan perkembangan usia anak.
Jika kita menentukan batasan tidak perlu banyak-banyak, paling banyak 5 atau 6 saja. Letakkan di tempat yang mudah dilihat mereka, sepertinya di pintu kulkas adalah tempat yang tepat.
4 petunjuk tepat bagi keluarga mengenai bagaimana memperlakukan dan diperlakukan anggota keluarga dengan baik:
Intelegensi ≠ IQ
Menurut David Wechsler , inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :
Tuesday, 21 August 2012
Perkembangan Psikologi Anak Dalam Kehidupan Sosial
Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak
dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di
luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi
pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi
dengan orang lain, di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling
membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di
dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia
anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila
terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.
Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti
persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :
Cermati Perkembangan Psikologis Balita
Setiap anak mengalami perkembangan fisik dan mental, yang sama pentingnya. Anak yang memiliki perkembangan fisik yang sehat, maka akan mempengaruhi kesehatan mental atau psikologisnya. Seperti peribahasa mengatakan, bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Demikian pula sebaliknya, kondisi kesehatan fisik yang buruk pasti akan berdampak kurang baik bagi kesehatan psikologis anak.
Perkembangan psikologi anak berawal sejak mereka baru dilahirkan. Bayi yang baru lahir biasanya belum mengenal rasa takut dan preferensi untuk melakukan kontak dengan orang-orang. Penelitian membuktikan bahwa dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi hanya mengalami perasaan bahagia, sedih, dan marah. Sebuah senyum pertama bayi biasanya terjadi saat ia berusia antara 6-10 minggu. Senyum ini, dilihat dari ilmu psikologi anak, biasa disebut dengan senyum sosial karena umumnya terjadi saat interaksi sosial.
Thursday, 16 August 2012
Mitos #6 - Memperdengarkan Musik Mozart pada Bayi Dapat Meningkatkan Kecerdasan Mereka
Jika menyangkut prestasi akademik, orang tua senang sekali menyombongkan kecerdasan anak mereka. Di dunia yang sangat kejam saat ini, dapat dipahami apabila banyak orang tua ingin anak mereka memiliki keunggulan kompetitif dibanding teman sekelas mereka. fakta yang tidak dapat dipungkiri ini memunculkan pertanyaan menarik, yaitu bissakah orang tua memberi anak mereka bekal sejak awal dengan merangsang kecerdasan anak sejak bayi, mungkin hanya beberapa bulan, beberapa minggu, atau bahkan beberapa hari sejak anak lahir?
Wednesday, 15 August 2012
Anak Belajar dari Kehidupannya, Dorothy Law Nolte
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran
Label:
Anak,
Balita,
Development Through The Lifespan,
Parenting,
Psikologi
Agar Balita Mau Mendengarkan
Mendengarkan dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh bunda maupun ayah memang bukanlah hal faforit balita terutama bagi usia-usia pra-sekolah. George Morison, Ed.D, Professor Fakultas Pendidikan Usia Dini Universitas Texas, Denton, menyatakan bahwa disaat yang sama, balita berusia 3-5 tahun menjadi sangat independent, artinya mereka sama sekali tidak menyukai interupsi dari siapapun terlebih ayah bundanya. Mengacuhkan anda, adalah salah satu cara untuk menunjukkan "kekuasaannya"
Namun dengan memakluminya bukan berarti mengijinkan mereka untuk tidak mendengarkan perkataan dan instruksi anda. Sangat penting mengajarkan ia untuk mendengarkan, sebuelum mengacuhkan anda dan orang lain menjadi kebiasaan. Membangun ketrampilan sosial yang benar akan membantunya sukses dalam beradaptasi pada tahap perkembangan selanjutnya. Bunda bisa mulai mendorong balita untuk mendengar dengan strategi berikut:
Namun dengan memakluminya bukan berarti mengijinkan mereka untuk tidak mendengarkan perkataan dan instruksi anda. Sangat penting mengajarkan ia untuk mendengarkan, sebuelum mengacuhkan anda dan orang lain menjadi kebiasaan. Membangun ketrampilan sosial yang benar akan membantunya sukses dalam beradaptasi pada tahap perkembangan selanjutnya. Bunda bisa mulai mendorong balita untuk mendengar dengan strategi berikut:
Tuesday, 14 August 2012
Pengaruh Pelukan Ibu Terhadap Daya Tahan Anak
Jangan remehkan pelukan. Pelukan bisa membawa banyak manfaat. Mulai dari manfaat psikologis sampai manfaat dalam membantu pembentukan daya tahan anak.
Pelukan membawa manfaat psikologis karena anak tahu bahwa ia berada dalam dekapan perlindungan dari seseorang yang mengasihinya.
Tapi, bagaimana pelukan ibu bisa membantu pembentukan daya tahan anak? Saat dipeluk, mikroorganisme yang ada di badan anak akan berpindah pada ibu. Daya tahan ibu akan mengenalinya sebagai benda asing dan segera membentuk antibodi spesifik untuk melawannya. Mengingat antibodi akan ikut bersama ASI, antibodi spesifik ini pun akan juga diteruskan kepada si buah hati. Dengan demikian, si buah hati akan mempunyai senjata terhadap mikroorganisme yang mengenainya.
Pelukan membawa manfaat psikologis karena anak tahu bahwa ia berada dalam dekapan perlindungan dari seseorang yang mengasihinya.
Tapi, bagaimana pelukan ibu bisa membantu pembentukan daya tahan anak? Saat dipeluk, mikroorganisme yang ada di badan anak akan berpindah pada ibu. Daya tahan ibu akan mengenalinya sebagai benda asing dan segera membentuk antibodi spesifik untuk melawannya. Mengingat antibodi akan ikut bersama ASI, antibodi spesifik ini pun akan juga diteruskan kepada si buah hati. Dengan demikian, si buah hati akan mempunyai senjata terhadap mikroorganisme yang mengenainya.
Subscribe to:
Posts (Atom)







