Tuesday, 11 September 2012

Can You Hear Me - Zia (OST Can You Hear My Heart)

Download lagunya disini

Lirik Lagu Can You Hear Me - Zia
Asaranghandan mal
johahandan mal
naegeneun eosaekhangeollyo
sangcheotuseongi meongdeun nae gaseumen
jogeum eoryeoungeollyo

Monday, 10 September 2012

Stanford - Binet Test


Latar Belakang Sejarah

Binet dilahirkan di Nice Francis pada tahun 1857. Ayahnya adalah seorang dokter, dan ibunya adalah seorang pelukis. Kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih muda, dan Binet pindah ke Paris dengan ibunya. Dia masuk sekolah hukum, dia mendapatkan gelarnya tahun 1878. Dia telah merencanakan melanjutkan sekolahnya ke kedokteran, tapi dia memutuskan untuk di Psikologi yang ia anggap lebih penting. Binet banyak mendapatkan pengetahuan psikolgi dari membaca buku-buku karya Charles Darwin, Alexander Bain, dan lain-lain.

Dalam sebuah konfrensi di Roma, April 1905, dr Henri Beaunis membaca tulisan yang dipaparkan oleh Alfred binet dan Theodore Simon tentang perkembangan kemampuan objektif untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang mengalami retardasi mental. Bentuk asli tes ini telah di revisi, dan versi barunya dibuat tahun 1908 dan 1911 , yang diberi nama Chelle matrique de I’nteligence atau skala pengukur Intelegensi.

Alfred Binet dikenal sebagai seorang psikolog dan juga pengacara (ahli hukum). Sebagai anggota komisi investigasi masalah-masalah pendidikan di Perancis, Alfred Binet mengembangkan sebuah test untuk mengukur usia mental (the mental age atau MA) anak-anak yang akan masuk sekolah. Usia mental tersebut merujuk pada kemampuan mental anak pada saat ditest dibandingkan pada anak-anak lain di usia yang berbeda. (http://www.e-psikologi.com/lain-lain/tokoh.htm)

Pada tahun 1881, pemerintah Perancis mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan semua anak masuk sekolah. Sebelum nya, anak yang lambat belajar biasanya tetap berada di rumah; sekarang guru harus mengahadapi berbagai perbedaan individual. Pemerintah meminta Binet untuk membuat sebuah tes yang dapat mendeteksi anak mana yang terlalu lambat secara intelektualnya, dan anak mana yang akan mendapat manfaat dari kurikulum seperti biasa. (Atkinson: tanpa tahun)

Dalam membentuk teorinya ia dibantu teman sejawatnya, Theodore Simon, sehingga tesnya terkenal dengan nama Test Binet-Simon. (Alex Sobur:2003). Alfred Binet dan Theodor Simon, mulai merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (kemampuan di bawah rata-rata).

Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika membuat banyak perbaikan dari tes Binet-Simon dengan karangannya The Measurement of Intelligence: An Explanation of and a Complete Guide for the Use of the Stanford Revision and Extension of the Binet-Simon Intelligence Scale. (Becker 2003). Ia mengembangkan tes Binet untuk diadaptasi pada anak sekolah Amerika. Ia membakukan pemberian tes dan mengembangkan norma tingkat usia dengan memberikan tes kepada ribuan anak. Ia menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara usia mental (mental age) dengan usia kronologis (chronological age). Hasil perbaikan ini disebut tes Stanford-Binet.

Setelah 2 dekade mempublikasikan Stanford-Binet, Terman meneruskan risetnya dan mengembangkannya. Ia bekerja dengan Maud Merril, murid pertamanya yang belakangan jadi professor di Stanford University. Terman membuat 2 bentuk parallel dari tes Stanford Binet, yang bentuknya terdiri dari bentuk revisi originalnya Stanford dan di tambah dengan item baru. Terman dan Merrill menulis "provided two scales instead of one, have extended them so as to afford a more adequate sampling of abilities at the upper and lower levels, have defined still more meticulously the procedures for administration and scoring, and have based the standardization upon larger and more representative populations" (Pemberian 2 skala lebih baik dari pada satu karena dengan hal itu skala tersebut mampu memberikan berbagai macam contoh kemampuan, dari level yang lebih tinggi sampai yang lebih rendah, kemudian memberikan definisi yang lebih teliti tentang bagaimana cara dalam pengolahan, dan scoring, dan memilki standarisasi yang lebih luas dan lebih refresentatif (mewakili) populasi). Hasilnya telah dipublikasikan dengan bentuk form L (for Lewis) dan form M (for Merril) of Stanford-Binet. (Becker 2003)

Pada tahun 1950, Merrill merevisi tes Stanford Binet, dengan menyeleksi bentuk item terbaik dari bentuk L dan M untuk dimasukan dalam versi tes terbaru the form L-M. Kedua kombinasi bentuk itu telah dipublikasikan pada tahun 1960, dan belakangan di tahun 1973 telah di norma ulang (renormed). Bentuk ini telah ditambah pilihan pengganti pada semua level, tapi sebaliknya, bentuk formatnya telah menyisakan kesamaan dengan bentuk 1937.

Tes Stanford Binet ini mengalami beberapa revisi tahun 1937, 1960/1972, 1986, dan terbaru 2003.

Metode Binet: skala Mental-Usia

Binet berpendapat bahwa anak yang lambat atau bodoh sama seperti anak normal yang mengalami keterbelakangan dalam perkembangan mentalnya. Pada pemeriksaan, anak lambat akan bertindak seperti anak normal dengan usia yang lebih muda, sedangkan kemampuan mental anak cerdas adalah karakteristik untuk yang lebih tua.

Sistem penilaian untuk menghitung rasio usia mental (MA) telah di tetapkan, sehingga MA rata-rata untuk sekelompok besar anak-anak usia kronologis (CA) tertentu, dalam faktanya, sama dengan CA. sebagai contoh, rata-rata MA untuk sampai anak 10 tahun sama dengan CA 10 tahun; tetapi, untuk anak 10 tahun tertentu, MA nya dapat di bawah, sama, atau di atas CA 10 tahun. Jad MA anak cerdas di atas CA nya; MA anak bodoh di bawah CA nya. Jelas skala usia-mental ini mudah diinterpretasikan oleh guru dan orang lain yang menghadapi anak-anak dengan kemampuan mental yang berbeda-beda.

Tiap butir tes disesuaikan dengan usia pada tingkat dimana sebagian anak menempuhnya. Usia mental anak didapatkan dengan menjumlahkan banyaknya butir soal yang dijawab secara tepat pada tingkat usia. Selain itu, terman menerapkan indeks intelegensia yang disarankan oleh ahli psikologi Jerman, Wiliam Stern. Indeks ini adalah Inteligence Quotient, yang umum dikenal sebagai IQ. Indeks ini mengekspresikan Intelegensia sebagai rasio usia mental (MA )terhadapa usia kronologis (CA).

IQ= MA/CAx100

100 digunakan sebagai pengali, sehingga IQ memilki nilai 100 jika MA sama dengan CA. Jika MA lebih rendah dari CA, maka IQ lebih kecil dari 100; dan sebaliknya jika MA lebih tinggi dari CA, maka IQ lebih tinggi dari 100.

Bagaimana Ia merancang tes tersebut?

Ia memperhatikan anak-anak memecahkan berbagai persoalan yang berbeda, dan membentuk serangkaian pertanyaan atau item yang tipikal dari prestasi anak-anak yang usianya berbeda-beda, dan membedakan pula anak-anak cemerlang dan bodoh.

Berikut merupakan contoh item skala asli yang diterbitkan tahun 1908, yang menunujukan jenis-jenis kemampuan yang dianggap rata-rata bagi anak-anak umur tiga dan tujuh tahun (Mahmud, dalam alex sobur:2003). Conto kemampuan anak :
Umur 3 tahun :
  • Kemampuan menunjuk hidung, mata dan mulut
  • Mengulang-ulang dua angka
  • Kemampuan menyebut nama akhir
  • Memberi nama-nama objek pada sebuah gambar
  • Mengulang-ulang kalimat yang terdiri atas enam suku kata

Umur 8 tahun :
  • Kemampuan memeberi nama pada sesuatu yng hilang dalam gambar-gambar yang sudah dikenal tapi belum selesai
  • Mengetahui jumlah jari tangan kanan dan kiri tanpa menghitungnya
  • Kemampuan mencontoh jajaran genjang
  • Mengulang lima angka
  • Menghitung tiga belas sen
  • Mengetahui nama empat macam uang logam

Binet seperti tampak pada contoh diatas, mengeluarkan skala soal tes dengan kesulitan yang meningkat, yang mengukur jenis-jenis perubahan intelegensia, yang biasanya berkaitan dengan peningkatan usia. Semakin tinggi anak di dalam skala itu dengan menjawab soal secara tepat, semakin tinggi usia mental anak itu.

Stanford-binet menggunakan campuran dari berbagai jenis soal untuk menguji intelegensi. Sampai revisi tahun 1986, semua soal berperan sama besar terhadap besar IQ total. Seorang anak mungkin mengerjakan secara sangat baik tes perbendaharaan kata (vocabulary test), namun tidak baik pada tes yang memerlukan penggambaran benuk-bentuk geometrik. Kelebihan dan kelemahan itu mungkin diketaui oleh pemeriksa, tetapi tidak tercermin dalam nilai IQ.

Kemudian sejalan dengan pandangan sekarang menganai intelegensi sebagai komposit dari kemampuan yang berbeda, revisi 1986 mengelompokan tesnya menjadi empat bidang luas kemampuan intelektual, yakni : penelaran verbal, penalaran abstarak/visual, penalaran kuantitatif, dan memori jangka pendek. Nilai yang berbeda didapatkan untuk setiap bidang.
Berikut adalah contoh tipikal soal dari Stanford-binet intelligence scale, revisi 1986, untuk anak usia 6 sampai 8 tahun yang di kelompokan menurut bidangnya, bagaiman dikutip rita l. Atkinson dan kawan-kawan, dalam buku mereka, introduction to psychology:

Penalaran verbal
  • Perbendaharaan kata (vocabulary):
    Mengidentifikasi kata, seperti "uang" dan "amplop"
  • Pemahaman (Comprehension)
    Menjawab pertanyaan, seperti "kemana orang membeli makanan?" dan "mengapa orang menyisir rambutnya?"
  • Keganjilan (absurdities):
    Mengenali bagian "lucu" dari sebuah gambar, seperti; anak perempuan mengendarai sepeda di atas danau" atau "pria botak menyisir rambutnya".
  • Hubungan verbal (verbal relation):
    Mengatakan bagaiman tiga kata pertama di dalam urutan adalah mirip satu sama lain, dan bagaimana mereka berbeda dari kata keempat; syal, dasi, selendang, baju.

Penalaran Kuantitatif
  • Kuantitatif
    Melakukan hitungan aritmatika sederhana, seperti memilih mata dadu dengan enam bintik, karena jumlah bintik sama dengan kombinasi mata dadu dua bintik dan empat bintik.
  • Urutan angka
    Mengisi dua angka selanjutnya dalam urutan, seperi 20 16 12 8….
  • Membentuk persamaan (equation building)Bentuklah suatu persamaan dari susunan berikut:
    3 5 + = jawaban yang benar adalah 2+3=5

Penalaran Abstrak/visual
  • Analisi polaMencontoh bangun sederhana dengan balok.
  • Mencontoh gambarMencontoh gambar geometris yang ditunjukan oleh penguji, seperti persegi yang di potong oleh dua diagonal.

Memori jangka pendek
  • Mengingat bentukTunjukan gambar beberapa bentuk manic-manik yang berbeda yang disusun di sebuah kayu. Buatlah urutan yang sama dengan berdasarkan ingatan saja.
  • Mengingat kalimatUlangi kalimat yang di ucapkan oleh penguji, seperti "sekarang waktunya tidur" dan "ken membuat gambar untuk hadiah ulang tahun ibunya".
  • Mengingat angkaUlangi urutan angka yang di ucapkan oleh penguji, seperti; 5 – 7 – 8 – 3, maju atau mundur.
  • Mengingat benda
    Tunjukkan gambar suatu benda, seperi jam dan dajah, satu persatu. Kenali benda tersebut dalam urutan penampilannya yang tepat dan gambar yang juga mencakup benda lain; sebagai contohnya; bis, badut, gajah, telur, jam.
Interpretasi IQ

Bagaimana IQ diinterpretasikan? Distribusi IQ kira-kira membentuk kurva yang ditemukan pada banyak perbedaan individual, seperti perbedaan tingi badan, berbentuk lonceng; kurva berbentuk lonceng ini dinamakan dengan kurva disribusi normal.
Deskripsi Verbal
0-19 = Idiot
20-49 =Embicile
50-69 = Moron
70-79 = Inferior
80-89 = Bodoh
90-109 = Normal
110-119 = pandai
120-129 = Superior
130-139 = Sangat Superior
140-179 = Gifted
180 ke atas = Genius

Ciri-ciri tiap Intelegensi hasil pengukuran

Cacat Mental (Mentally Deficient/Feeble Minded)

Mereka yang IQ-nya dibawah 70 disebut cacat mental atau lemah pikiran (feeble minded). Mereka ini menderita amentia atau kurang pikiran. Yang termasuk dalam kategori cacat mental atau lemah pikiran adalah tingkat-tingkat : idiot, embisil, dan moron (debil).

Ciri-ciri umum dari orang yang cacat mental adalah :

1. Tidak dapat mengurus dan memenuhi kebutuhannya sendiri;
2. kelambatan mental sejak lahir;
3. kelambatan dalam kematangan;
4. pada dasarnya tidak dapat diobati.

Idiot (IQ 0-19)

Idiot (idiocy) adalah suatu istilah yuridis dan paedagogis, yang diperuntukkan bagi mereka yang lemah pikiran tingkat paling rendah.

Menurut para ahli, kira-kira sekali pada dua ribu kelahiran, terjadi idiocy. Semua bentuk idiocy perlu dilembagakan , dirawat oleh para dokter dan pekerja-pekerja sosial, sebab, apabila dipelihara dirumah ia merupakan beban yang tidak ringan, baik bagi orang tuanya maupun bagi para anggota keluarga yang lain. Ciri-ciri idiocy antara lain:
  • Fisiknya lemah tidak tahan terhadap penyakit, dan tidak mengenal bahaya; karena itu orang-orang seperti ini umurnya tidak panjang.
  • Beberapa idiot dapat belajar berjalan tetapi pada umumnya mereka tidak mampu dan harus tetap tinggal berbaring selama hidupnya.
  • Tidak mengenal rasa senang dan sakit.
  • Tidak bisa berbicara dan hanya mengenal beberapa kata saja.
  • Ada yang garang dan bersifat destruktif, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap sekelilingnya.

c. Embicile (IQ 20-49)
seperi halnya idiot, merka yang embicile juga perlu ditempatkan dalam lembaga. Sebab, di lembaga inilah mereka akan belajar berbicara, makan sendiri, Dn berpakaian sendiri, menyapu memelihara kebun serta keterampilan sederhana lainnya. Sebagian terbesar dari mereka ditempatkan di lembaga lewat pengadilan. Itulah sebabnya para psikolog berpendapat bahwa anak-anak semacam itu sebaiknya tidak ditempatkan di sekolah-sekolah, tetapi di lembaga-lembaga, sebelum potensi kejahatannya berkembang. Ciri-ciri embicile antara lain:
  • Tidak dapat di didik di sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak normal.
  • Walaupun dapat mengurus dirinya sendiri mereka masih memerlukan pengawasan yang teliti dan memerlukan kesabaran.
  • Pada waktu bayi, mereka sangat tidak responsif dan apatis sekali.
  • Mereka umumnya baru bisa berjalan pada usia tiga atau empat tahun, dan pada umur lima tahun mereka berbicara.
  • Kebiasaan makan dan keberhasilannya terbelakang tiga sampai empat tahun.
  • Mereka dapat diajari mengenal bahaya, seperti bahaya api, bahaya tenggelan di air yang dalam dan sebagainya.

d. Moron (IQ 50-69)

Moron merupakan problem terbesar masyarakat. Pada masa dewasa, moron dianggap memiliki kecerdasan yang sederajat dengan kecerdasan anak-anak yang berusia 7-10 tahun. Tingkat intelegensinya bergerak antara 50-70. Ciri-cirinya:
  • Di sekolah, mereka jarang bisa mencapai lebih dari kelas lima.
  • Sampai pada tingkat tertentu, mereka dapat belajar membaca menulis, dan berhitung dalam perhitungan-perhitungan yang sederhana
  • Mereka dpat mempelajari pekerjaan rutin dan bisa terus menerus melakukan pekerjaan itu selama tidak mengalami perubahan yang berarti.
  • Angka pelanggaran hukum adalah tertinggi diantara gadis-gadis yang moron : para pencuri dan pelacur sering berasal dari golongan moron ini.
  • Mereka juga memiliki dorongan, keinginan dan emosi yang normal , tetapi tidak mempunyai kecerdasan untuk mengontrol atau meramalkan akibat perbuatannya.

e. Inferior ( IQ 70-79)

Ini merupakan kelompok tersendiri dari individu terbelakang. Kecakapan pada umumnya hampir sama dengan kelompok embicile, namun kelompok ini mempunyai kecakapan tertentu yang melabihi kecerdasannya ; misalnya dalam bidang musik.

Mereka yang termasuk kelompok inferior memiliki tingkat kecerdasan di bawah kelompok normal dan bodoh serta di atas kelompok terbelakang. Kelompok ini bisa memelihara dirinya sendiri dan dengan susah payah mereka dapat mengerjakan sejumlah kecil pekerjaan atau pelajaran sekolah lanjutan pertama, tetapi jarang atau sukar untuk menyelesaikan kelas terakhir SLTP.

f. Bodoh (IQ 80-89)

Pada umumnya kelompok mini ini agak lambat dalam mencerna pelajaran di sekolah. Meskipun demikian mereka dapat menyelesaikan pendidikannya pada tingkat SLTP,namun agak sulit untuk menyelesaikan pendidikan SLTA.

g. Normal/Rata-rata (IQ 90-109)

Kelompok ini merupakan kelompok yang terbesar persentasenya diantara populasi. Mereka mempunyai IQ yang sedang, normal, atau rata-rata.

h. Pandai (IQ 110-119)

Kelompok ini pada umumnya mampu menyelesaikan pendidikan tingkat unuversitas atau perguruan tinggi. Jika bersatu dengan kelompok normal, mereka biasanya merupakan "repid learner" atau "giveted", yaitu pemimpin dalm kelasnya.

i.superior (IQ 120-129)

Ciri-ciri kelompok superior ini, antara lain: lebih cakap dalam membaca, berhitung; pembendaharaan bahasanya luas, cepat memahami pengertian yang abstrak, dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibanding dengan orang – orang yang termasuk kelompok pandai. Demikian pula dengan kesehatannya dan ketahanannya lebih baik dari pada orang-orang normal.

j. sangat superior (IQ 130-139)

kelompok ini termasuk kelompok superior yang berbeda pada tinggkat tertinggi dalam kelompok tersebut. Umumnya, tidak ada perbedaan yang mencolok dengan kelompok superior.

k. gifted (IQ 140-179)

yang termasuk dalm golongan ini adalah mereka yang tidak genius, tetapi menonjol dan terkenal. Bakatnya sudak nampak sejak kecil dan prestasinya, biasanya, melebihi teman sekelasnya. Jika dibandingkan dengan orang normal,adjustment-nya terhadap berbagai problem hidup lebih baik. Sekitar 80 persen diantara mereka dapat menyelesaikan study di perguruan tinggi dengan prestasi yang memuaskan. Jabatan yang di pegangnya pun banyak, dan jarang sakit atau meninggal pada usia muda.

l. Genius (IQ 180 keatas)

pada kelompok ini bakat dan keistimewaanya telah tampak sejak kecil. Misalnya usia 2 tahun mulai belajar membaca, dan pada umur 4 tahun belajar bahasa asing. Kelompok ini mempunyai kecerdasan yang sangat luar biasa. Walaupun tidak sekolah, mereka mampu menemukan dan memecahkan suatu masalah. Jumlahnya sangat sedikit, namun terdapat pada pada semua ras bangsa dan bangsa,semua jenis kelamin , serta dalam semua tingkatan ekonomi. Contoh orang –orang jenius, antara lain: Jhon mill (IQ 200), Francis Galton (IQ 200), dan Goethe (IQ 185). Para psikolog klinis umumnya berpendapat bahwa mereka akan mengalami problem-problem khusus dalam perkambangan sosial dan emosinya.



DAFTAR PUSTAKA

Becker, K. A. 2003. History of the Stanford-Binet intelligence scales: Content and sychometrics.
(Stanford-Binet Intelligence Scales, Fifth Edition Assessment Service Bulletin No. 1). Itasca, IL:Riverside Publishing.

Atkinson, Rita L.,et al., Pengantar Psikologi, jilid 2, Edisi Kesebelas, penerjemah Widjaja Kusuma, Batam: Interaksara

Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia

Orang Tua yang Baik itu......


Apakah Anda orang yang malas senyum? Kalau jawabannya: ya, lalu perhatikan anak -anak Anda. Soalnya sebuah riset mengatakan, anak-anak khususnya yang masih sangat muda, bercermin pada ekspresi wajah Anda. Jadi semakin banyak Anda tersenyum, lebih mudah pula anak Anda tersenyum serta mendapat perasaan yang lebih menggembirakan.
Dari hal keseharian yang kelihatannya tak susah dilakukan, majalah Parents, edisi Agustus (1999) menulis, semua orang bisa menjadi orangtua lebih baik. Ada sejumlah hal yang terlupakan, padahal kalau dilakukan, amat baik bagi perkembangan anak dimasa mendatang.
Salah satu contoh dari sekian banyak hal yang dikemukakan, ya mengenai senyum tadi. Banyaknya pekerjaan yang mesti dilakukan orangtua pada umumnya-mulai dari urusan rumah sampai kantor, juga urusan sosial-membuat orang kadang-kadang hidup dalam ketegangan. Malah banyak orang merasa sering kehabisan waktu.
Coba sesekali tanyakan pada diri sendiri: sudahkah saya senyum atau tertawa hari ini? Apakah saya tertawa pada lelucon yang disampaikan anak?
Jangan-jangan sepanjang hari Anda cuma sibuk memikirkan macam-macam hal, sehingga lupa merespons cerita anak secara menyenangkan. Padahal, senyum sederhana sekalipun, bisa melepaskan ketegangan dan segera meningkatkan kegembiraan Anda. Kendati Anda tidak ingin tersenyum, para ilmuwan menganjurkan, jangan segan-segan memaksa bibir Anda untuk senyum, karena hal ini akan meningkatkan semangat Anda.
Mempunyai anak kecil kadang memang membuat Anda jadi tak sabar, terutama kalau mereka membandel, “melanggar” aturan yang Anda berikan. Umpama saja, sudah dipesan berulang kali, masih saja si kecil makan kue menjelang waktu makan. Akibatnya ketika harus makan dia malah ngambek dan uring-uringan.
Kalau dalam situasi seperti itu, Anda balik marah, akibatnya akan menjadi lebih negatif. Si anak akan bertambah kerewelannya, membuat Anda dua kali kesal.
Untuk mengurangi emosi, pindah ke ruang lain. Jika kebetulan “keributan” itu terjadi di tempat umum, di pasar swalayan, misalnya, berpalinglah ke lain gang supaya Anda bisa berjarak untuk sementara. Seorang ibu punya cara menarik untuk mengatasi kekesalannya. Kebetulan kejadiannya di rumah, sehingga dia bisa pergi ke lemari es, mencuci muka dengan es-es itu. “Es yang dingin itu ternyata mendingink an hati saya juga. Dan itu mengingatkan saya agar tidak bertengkar (dengan anak saya),” katanya.
Malas-malasan bersama
Sudah lazim seluruh anggota keluarga kumpul semua di rumah. Paling tidak pada hari libur akhir pekan, anak tidak ke sekolah, orangtua tidak harus pergi ke tempat kerja. Namun banyak keluarga yang asyik pada pekerjaan atau kesukaan masing-masing. Si ibu mungkin melampiaskan waktu luangnya membaca majalah atau buku, suaminya utak-atik kendaraan, sedang anak mendapat kelonggaran main game atau nonton film sepuasnya di hari libur. Pendeknya mereka semua berada dalam satu atap, tetapi sebenarnya masing-masing ada di tempat lain.
Waktu kebersamaan yang tak terstruktur mungkin merupakan hadiah berharga yang bisa Anda berikan buat buah hati Anda. Tak ada salahnya sekali atau dua kali dalam seminggu Anda mencari waktu luang satu atau dua jam bersama seluruh anggota keluarga. Abaikan sejenak aktivitas lain. Kalau perlu tunda waktu mandi atau bersih -bersih badan. Ajak anak-anakngumpul ke tempat tidur Anda, santai atau b ermalas-malasanlah bersama. Tentu tidak dalam arti untuk tidur lagi setelah bang un pagi karena hal itu bukan tujuannya, tetapi kebersamaan seperti inilah yang diharapkan bisa membangun keakraban secara lebih efektif. Malas-malasan bareng ini tak mesti dilakukan di kamar atau di tempat tidur, tetapi juga bisa dilakukan di ruang keluarga.cara menjadi orang tua yang baik
Jika anak Anda masih balita, kesempatan ini sekaligus juga bisa digunakan untuk “melihat dunia melalui mata mereka”. Biarkan si kecil bercerita apa saja menurut versi anak-anak. Ini akan memperkukuh perasaannya bahwa perasaan dan pikiran mereka dihargai.
Satu hal yang perlu dijaga, tahan untuk tidak menggurui, memperbaiki atau memotong-motong cerita mereka. Dengarkan saja, mungkin di luar dugaan dari cerita mereka Anda bisa mengetahui perasaan-perasaan yang ada dalam diri mereka, juga panda ngan mereka tentang hal tertentu. Tidak setiap kali Anda bisa mengungkap itu, cuma sekali waktu, pasti Anda mendapatkannya tanpa terduga.
Sentuhan
Banyak orang dewasa yang menganggap sepele komunikasi lewat sentuhan fisik. Malah orang lupa bagaimana kuatnya gerakan-gerakan fisik sederhana dalam mengeks presikan perasaan cinta.
Ciuman atau belaian singkat sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak sebelu m mereka berangkat ke sekolah, karena memberikan rasa aman. Sesekali Anda perlu mengingat: “Eh apa saya sudah mengekspresikan rasa sayang saya hari ini dengan sentuhan?”
Meski demikian, Anda perlu sensitif untuk melakukannya. Salah-salah anak Anda merasa malu atau tak nyaman dengan cara Anda mengekspresikan cinta. Maka sebaiknya Anda mengetahui persis bagaimana bentuk sentuhan yang paling efektif buat anak Anda.
Jangan sepelekan manfaat mendongeng buat anak-anak. Sesibuk apa pun orangtua, tugas ini hendaknya tidak diabaikan. Tak punya waktu, tidak boleh jadi alasan untuk tidak mendongeng untuk anak. Apalagi dongeng bisa dilakukan sambil tidur-tidur an. Toh waktu yang diperlukan cuma sebentar saja. Kalau tak bisa setengah jam, seperempat jam pun tak jadi soal.
Mengapa Anda perlu “memberi makan” anak-anak dengan dongeng, karena cerita secara tak langsung mengajarkan kehidupan. Bahkan sebuah penelitian menemukan, irama, ritme, dan tekanan suara-yang kebalikan dari jenis suara bicara-memberi ketenangan pada anak serta membantu membebaskan dari rasa takut. (Parents/ret)
Sumber : Harian Kompas (8/8/1999)


Sumber: Beberapa Cara Menjadi Orang Tua Yang Baik | Keluarga http://keluargacemara.com/keluarga/beberapa-cara-menjadi-orang-tua-yang-baik.html#ixzz267RXSLGF 

Tes Intelegensi


SEJARAH TES INTELIGENSI
Pada awalnya telah dipraktekan oleh negara cina sejak sebelum dinasti Han, yang dilakukan oleh jenderal cina, untuk menguji rakyat sipil yang ingin menjadi legislatif berdasarkan pengetahuan menulis klasik, persoalan administratif dan manajerial.
Kemudian dilanjutkan sampai pada masa dinasti Han (200 SM- 200 M), namun seleksi ini tidak lagi untuk legislatif saja, tetapi mulai merambah pada bidang militer, perpajakan, pertanian, dan geografi. Meskipun diawali dengan sedikit mencontoh pada seleksi militer perancis dan Inggris. Sistem ujian telah disusun dan berisi aktivitas yang berbeda, seperti tinggal dalam sehari semalam dalam kabin untuk menulis artikel atau puisi, hanya 1 % sampai dengan 7 % yang diijinkan ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang berakhir dalam tiga hari tiga malam. Menurut Gregory (1992), seleksi ini keras namun dapat memilih orang yang mewakili karakter orang Cina yang kompleks. Tugas-tugas militer yang berat cukup dapat dilakukan dengan baik oleh para pegawai yang diterima dalam seleksi fisik dan psikologi yang intensif
Tokoh-tokoh yang berperan antara lain adalah Wundt. Beliau merupakan psikolog pertama yang menggunakan laboratorium dengan penelitiannya mengukur kecepatan berpikir. Wundt mengembangkan sebuah alat untuk menilai perbedaan dalam kecepatan berpikir. Sedangkan Cattel (1890) menemukan tes mental pertama kali. Yang memfokuskan pada tidak dapatnya membedakan antara energi mental dan energi jasmani. Meskipun Pada dasarnya tes mental temuan Cattel ini hampir sama dengan temuan Galton.
Tokoh yang tak kalah pentingnya adalah Alfred Binet. Selain kontribusi nyata

Sepuluh Perangkat Penting dalam Pengasuhan yang Positif


MENENTUKAN BATASAN.
Perlu diyakini bahwa setiap anak itu memerlukan batasan. Anak benar-benar membutuhkan aturan yang lentur dan ia akan mengalami kebingungan tanpa peraturan. Dengan membuat batasan berarti kita telah menyediakan lingkungan fisik yang memberikannya rasa aman dan dapat dijadikan tempat belajar. Setiap usia akan mempunyai batasan tersendiri, dengan demikian kita sebagai orangtua juga harus siap untuk memperluas batasan kita sesuai dengan perkembangan usia anak.
Jika kita menentukan batasan tidak perlu banyak-banyak, paling banyak 5 atau 6 saja. Letakkan di tempat yang mudah dilihat mereka, sepertinya di pintu kulkas adalah tempat yang tepat.
4 petunjuk tepat bagi keluarga mengenai bagaimana memperlakukan dan diperlakukan anggota keluarga dengan baik:

Intelegensi ≠ IQ


Menurut David Wechsler , inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :

Saturday, 8 September 2012

There Was Nothing (OST 49 Days) Lyrics

Download Lagunya disini!

–Romanization–
moksalmyeosi nunmuri musimko heulleowa
niga ssitgyeo naerilkkabwa sueobsi humchyeonae
jiul su inneunde ijeul su inneunde
neoeomneunnal amuri saenggakhaedo nunmuri

amumaldo eobseotdeon niga tteonagangeon niga anigil jebal
dorawado gwaenchanha dorawado gwaenchanha
jamsi neowa meoreojyeotdeon kkumilgeoya
amuildo eobseotda amuildo eobseotda
ibami jina kkaeeonamyeon dasi neowa

mameuro doenoeyeo ibeuro doenoeyeo
neoreul irheo beorilkkabwa sueobsi doesaegyeo
jiul su inneunde ijeul su inneunde
neo eomneunnal amuri saenggakhaedo duryeowo

amumaldo eobseotdeon niga tteonagangeon niga anigil jebal
dorawado gwaenchanha dorawado gwaenchanha
jamsi neowa meoreojyeotdeon kkumilgeoya
amuildo eobseotda amuildo eobseotda

ibami jina kkaeeonamyeon
dorawado gwaenchanha dorawado gwaenchanha
saranghae neol ajikdo neol jebal jebal
amuildo eobseotda amuildo eobseotda
ibami jina kkaeeonamyeon dasineowa

–Translation–
Suddenly, Tears fall without I notice it
I tried to swab, wipe it away many times
Though I can erase, though I can forget
Without you, no matter how much I think, the tears…
Without saying anything, you went away, it’s not, please
It’s okay to come back, It’s okay to come back
We separate for a while, It’s just a dream
Nothing happened, nothing happened
If this night passes, and I wake up, again, with you…
I repeat it in my heart, repeat it on my lips
I recall you many times, Afraid that I would lose you
Though I can erase, though I can forget
Without you, no matter how much I think, I’m fear
Without saying anything, you went away, it’s not, please
It’s okay to come back, It’s okay to come back
We separate for a while, It’s just a dream
Nothing happened, nothing happened
if this night passes and I wake up….
It’s okay to come back, It’s okay to come back
I love you, I still love you, please, please
Nothing happened, nothing happened
if this night passes and I wake up again with you…

Can't Let Go of You (OST 49 Days) - English & Indonesian Translation

Download lagunya disini, :)





mogi meeoseo maldo motago
hancham meonghani haneulman bogo nan uldaga
ijeuryeogo jebal itjago nan honjaseo
geumanhajago naege tto mareul hae

sogi sanghaeseo sogi da taseo
sarang ttawineun naegen eobseul geora mareul hae
geuman itja jebal geuman itja dajimeul haedo
neoui moseubi deo naui gaseume doraseo

byeoril eobtjanha nareul ijeodo
myeochil isseumyeon jom gwaenchanheul geoya..


hancham uldaga utdaga jamdeulgo
jeonhwagireul deulgo dasi naerigo nan
babocheoreom geujeo babocheoreom
wae myeochiljjae ireoneunde



bogo sipeo michil geot gata
geuman itgo sipeo michil geot gata na
himdeureoseo neomu himdeureoseo nunmuri apeul garyeo
neoui moseubi areungeoryeo ijen
 

beolsseo myeochiljjae jamdo motjago
neoui saenggageul jiwotda tto dasi hage dwae
gwaenchanketji jogeum deo jinamyeon ichyeojil geoya
machi eoreumcheoreom naui gaseumi nogaseo


byeoril eobtjanha nareul ijeodo
myeochil isseumyeon jom gwaenchanheul geoya..

hancham uldaga utdaga jamdeulgo
neoui ireumeul na honja bulleobogo

babocheoreom geujeo babocheoreom
wae myeochiljjae ireoneunde

bogo sipeo michil geot gata
geuman itgo sipeo michil geot gata na

himdeureoseo neomu himi deureoseo nunmuri apeul garyeo
neoui moseubi areungeoryeo

ijen ijeul ttaedo doen geot gateunde
geuman himdeureodo doel geot gateunde wae
babocheoreom geujeo babocheoreom itjido motago wae
doraoran maldo motani naneun…


–Translation–

Gags can not say
I am stunned to see the sky far cry
Forget about trying to forget me I’m alone
Let me stop and say the words

Wrecked, all burn cheat cheat
I would not care about me, can you say
Even if you just stop, forget, forget to pledge to stop
In my heart you better look around

Okay do not forget about me
If a couple of days I’ll be fine ..

Cried herself to sleep while laughing
Pick up the phone again, I’m down
Just like a fool a fool
Why do this for several days, but

I think I miss crazy
I think I have enough want to forget
It’s hard to get my tears to go ahead
Your appearance now Linger

Already not sleep for days
Your ideas can be erased again
It’ll do you’ll be forgotten after a little more
My heart melts like ice

Okay do not forget about me
If a couple of days I’ll be fine ..

Cried herself to sleep while laughing
Calling out your name alone
Just like a fool a fool
Why do this for several days, but

I think I miss crazy
I think I have enough want to forget
For too weak to get my tears to go ahead
Linger on your appearance

I’d say forget about even
Why I think there will be hard to stop
Just do not forget the silly fool you
Violet, I attend to my words …

Source:
Lyrics from : lovemikoforever.blogspot
TRANSLATE Indonesia :

Aku tidak bisa mengatakan sebuah lelucon
Aku terpesona melihat langit yang berbeda
Mencoba melupakan bahwa aku sekarang sendiri
Biarkan aku berhenti dan mengucapkan kata-kata ini

Hancur, semua nya kini telah hancur
Aku tidak akan peduli tentang diri mu, dapatkah kau katakan
Bahkan jika kau berhenti, lupakan janji untuk melupakanku
Dalam hati ku, kau lebih baik melihat ku

Oke jangan lupa tentangku
Dalam beberapa hari aku pasti akan bisa..

Menangis sampai ku tertidur
mengambil telepon ku, lalu ku jatuhkan lagi
seperti orang bodoh, bodoh
hal ini terjadi selama beberapa hari, namun

Aku pikir aku gila karena merindukanmu
Aku pikir aku punya cukup keinginan untuk melupakanmu
Sulit untuk menghentikan air mataku yang terus keluar
Kau sekarang berbeda

Aku sudah tidak tidur selama berhari-hari
karena kau tidak dapat ku lupakan
Ini akan sulit bagiku
Hatiku meleleh seperti es

Oke jangan lupa tentangku
Dalam beberapa hari aku pasti akan bisa..

Menangis sampai ku tertidur
mengambil telepon ku, lalu ku jatuhkan lagi
seperti orang bodoh, bodoh
hal ini terjadi selama beberapa hari, namun

Aku pikir aku gila karena merindukanmu
Aku pikir aku punya cukup keinginan untuk melupakanmu
Sulit untuk menghentikan air mataku yang terus keluar
kembali lah seperti yang dulu

Aku akan mengatakan lupa tentang mu tapi,
Mengapa aku pikir akan sulit untuk berhenti
Cukup jangan lupa orang bodoh sepertimu
Bunga Violet, yang mewakili kata-kata ku....

Tuesday, 21 August 2012

Perkembangan Psikologi Anak Dalam Kehidupan Sosial



Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain, di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.
 Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :

Cermati Perkembangan Psikologis Balita


Setiap anak mengalami perkembangan fisik dan mental, yang sama pentingnya. Anak yang memiliki perkembangan fisik yang sehat, maka akan mempengaruhi kesehatan mental atau psikologisnya. Seperti peribahasa mengatakan, bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Demikian pula sebaliknya, kondisi kesehatan fisik yang buruk pasti akan berdampak kurang baik bagi kesehatan psikologis anak.
Perkembangan psikologi anak berawal sejak mereka baru dilahirkan. Bayi yang baru lahir biasanya belum mengenal rasa takut dan preferensi untuk melakukan kontak dengan orang-orang. Penelitian membuktikan bahwa dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi hanya mengalami perasaan bahagia, sedih, dan marah. Sebuah senyum pertama bayi biasanya terjadi saat ia berusia antara 6-10 minggu. Senyum ini, dilihat dari ilmu psikologi anak, biasa disebut dengan senyum sosial karena umumnya terjadi saat interaksi sosial.

Thursday, 16 August 2012

Mitos #6 - Memperdengarkan Musik Mozart pada Bayi Dapat Meningkatkan Kecerdasan Mereka

Jika menyangkut prestasi akademik, orang tua senang sekali menyombongkan kecerdasan anak mereka. Di dunia yang sangat kejam saat ini, dapat dipahami apabila banyak orang tua ingin anak mereka memiliki keunggulan kompetitif dibanding teman sekelas mereka. fakta yang tidak dapat dipungkiri ini memunculkan pertanyaan menarik, yaitu bissakah orang tua memberi anak mereka bekal sejak awal dengan merangsang kecerdasan anak sejak bayi, mungkin hanya beberapa bulan, beberapa minggu, atau bahkan beberapa hari sejak anak lahir?

Wednesday, 15 August 2012

Anak Belajar dari Kehidupannya, Dorothy Law Nolte


Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

Agar Balita Mau Mendengarkan

Mendengarkan dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh bunda maupun ayah memang bukanlah hal faforit balita terutama bagi usia-usia pra-sekolah. George Morison, Ed.D, Professor Fakultas Pendidikan Usia Dini Universitas Texas, Denton, menyatakan bahwa disaat yang sama, balita berusia 3-5 tahun menjadi sangat independent, artinya mereka sama sekali tidak menyukai interupsi dari siapapun terlebih ayah bundanya. Mengacuhkan anda, adalah salah satu cara untuk menunjukkan "kekuasaannya"
Namun dengan memakluminya bukan berarti mengijinkan mereka untuk tidak mendengarkan perkataan dan instruksi anda. Sangat penting mengajarkan ia untuk mendengarkan, sebuelum mengacuhkan anda dan orang lain menjadi kebiasaan. Membangun ketrampilan sosial yang benar akan membantunya sukses dalam beradaptasi pada tahap perkembangan selanjutnya. Bunda bisa mulai mendorong balita untuk mendengar dengan strategi berikut:

Tuesday, 14 August 2012

Pengaruh Pelukan Ibu Terhadap Daya Tahan Anak



Jangan remehkan pelukan. Pelukan bisa membawa banyak manfaat. Mulai dari manfaat psikologis sampai manfaat dalam membantu pembentukan daya tahan anak.

Pelukan membawa manfaat psikologis karena anak tahu bahwa ia berada dalam dekapan perlindungan dari seseorang yang mengasihinya.

Tapi, bagaimana pelukan ibu bisa membantu pembentukan daya tahan anak? Saat dipeluk, mikroorganisme yang ada di badan anak akan berpindah pada ibu. Daya tahan ibu akan mengenalinya sebagai benda asing dan segera membentuk antibodi spesifik untuk melawannya. Mengingat antibodi akan ikut bersama ASI, antibodi spesifik ini pun akan juga diteruskan kepada si buah hati. Dengan demikian, si buah hati akan mempunyai senjata terhadap mikroorganisme yang mengenainya.

Perkembangan Anak Usia Dini


Sangatlah tidak bisa dipisahkan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak saat lahir. Perkembangan motorik dan fisik anak sangatlah berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak. Oleh karena itu psikologli perkembangan anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh.
Anak akan mengalami suatu periode yang dinamakan sebagai masa keemasan anak saat usia dini dimana saat itu anak akan sangat peka dan sensitif terhadap berbagai rangsangan dan pengaruh dari luar. Laju perkembangan dan pertumbuhan anak mempengaruhi masa keemasan dari masing-masing anak itu sendiri. Saat masa keemasan, anak akan mengalami tingkat perkembangan yang sangat drastis di mulai dari pekembangan berpikiri, perkembangan emosi, perkembangan motorik, perkembangan fisik dan perkembangan sosial. Lonjakan perkembangan ini terjadi saat anak berusia 0-8 tahun, dan lonjakan perkembangan ini tidak akan terjadi lagi di periode selanjutnya. Saat perkembangan anak khususnya saat perkembangan dini, orang tua harus betul menjadikannya sebagai perhatian khusus, karena hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang. Guna mendukung hal tersebut berikut adalah beberapa hal yang harus di perhatikan orang tua mengenai perkembangan anaknya

2AM - I CAN'T LET YOU GO EVEN IF I DIE

2AM - I CAN'T LET YOU GO EVEN IF I DIE

Mitos #1 - Sebagian Besar Orang Hanya Menggunakan 10% Kekuatan Otak Mereka

Mitos ini memang telah menyebar luas, bahkan di kalangan mahasiswa Psikologi dan orang-orang berpendidikan tinggi. Dalam suatu penelitian ketika ditanya, "menurut Anda berapa persen kemampuan otak yang digunakan oleh sebagian besar orang?" Sepertiga mahasiswa jurusan psikologi menjawab10% (Higbee dan Clay, 1998). Lima puluh sembilan persen sampel yang terdiri dari orang-orang yang berpendidikan tinggi di Brazil juga percaya bahwa manusia hanya menggunakan 10% otak mereka (Herculano-Houzel, 2002). Hal yang luar biasa, survey yang sama memngungkapkan bahwa 6% pakar ilmu syaraf menyetujui hal ini!

Psikolog Amatiran


Ahli teori kepribadian, George Kelly (1995), mengatakan bahwa kita semua adalah ahli ilmu jiwa amatiran. Kita terus berusaha memahami hal yang membuat teman, keluarga, dan orang asing termotivasi, dan kita berusaha keras memahami alasan mereka melakukan sesuatu. selain itu psikologi adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. psikologi ada di sekeliling kita, baik dalam hubungan percintaan, pertemanan, kehilangan ingatan, ledakan emosi, masalah tidur, hasil tes atau penyesuaian diri dengan masalah. Sebagian besar otak manusia berkembang untuk memahami dunia di sekelilingnya, bukan untuk memahami dirinya sendiri, dilema yang oleh penulis ilmiah, Jacob Bronowski (1966), disebut "refleksivitas". Parahnya lagi, kita sering memberikan penjelasan yang kedengarannya masuk akal, tetapi salah atas perilaku kita terhadap fakta tersebut. Akibatnya, kita bisa meyakinkan diri sendiri bahwa kita memahami penyebab perilaku kita meskipun sebenarnya tidak.
Jadi, hati-hati terhadap mitos-mitos psikologi yang sudah banyak diyakini oleh sebagian besar masyarakat ^^

Monday, 13 August 2012

Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan




Kapan saat terbaik untuk membekali pendidikan bagi buah hati kita? Ada riset yang telah membuktikan bahwa kita mulai bisa memberikan pendidikan pada anak kita sejak dia masih berada dalam kandungan. Karena pada saat-saat tersebut anak sudah mulai peka terhadap keadaan di sekitarnya, karena otak dan indera pendengaran sudah mulai berkembang, terlebih sistem syaraf yang berhubungan dengan emosinya juga sudah mulai bekerja.
Mereka dapat merasakan apa yang terjadi di luar kehidupan mereka dan yang mempengaruhi otak dan indera pendengaran janin antara lain adalah emosi dan kejiwaan sang bunda. Bila bunda yang mengandungnya merasakan kesedihan yang mendalam, calon bayi dalam rahim juga akan terhubung secara emosional dan merasakan kesedihan bundanya, dan hal tersebut juga bekerja untuk keadaan sebaliknya. Jadi mendidik anak dalam kandungan bukanlah sesuatu yang mustahil meskipun kita masih belum dapat berkomunikasi dua arah dengan mereka. Setiap orang tua selalu menginginkan agar bayi yang dilahirkan selamat, dapat tumbuh dengan sehat dan kelak akan menjadi anak yang cerdas, dan semua itu dapat dilakukan dengan memulai pendidikan sejak janin masih berada dalam kandungan.